#navbar-iframe{opacity:0.0;filter:alpha(Opacity=0)} #navbar-iframe:hover{opacity:1.0;filter:alpha(Opacity=100, FinishedOpacity=100)}

Selasa, 27 Desember 2011

Inilah Sosok Pemikul Tandu Jendral Sudirman Yang Dilupakan Sejarah

Anda mungkin tak akan lupa foto yang ada di buku sejarah. Kalau melihat gambar hitam putih ada orang ditandu, kita langsung berpikir. Jederal Sudirman. Kini tandu tersebut diabadikan di museum Museum Satria Mandala

Lalu bagaimana dengan nasib para pemikul tandunya? Berikut tulisan tentang nasib mereka yang saya ambil dari malangraya.web.id
Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia memang takkan pernah dilupakan rakyat. Akan tetapi, tak banyak sosok pejuang yang bisa diingat rakyat. Djuwari (82 tahun), barangkali satu dari sekian banyak pejuang yang terlupakan. Kakek yang pernah memanggul tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman itu, kini masih berkubang dalam kemiskinan.
Tepat pada peringatan proklamasi 17 Agustus, Malang Post berusaha menelusuri jejak pemanggul tandu sang Panglima Besar. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman, Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km.
Dari Malang, dusun Goliman bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Kabupaten Kediri lebih dekat di tempuh lewat Kota Batu, melewati Kota Pare Kediri hingga menyusur Tugu Simpang Gumul ikon Kabupaten Kediri. Terus melaju ke jurusan barat, jalur ke Dusun Goliman tak terlalu sulit ditemukan.
Sejam melewati jalur mendaki di pegunungan Wilis, Malang Post pun tiba di pedusunan yang tengah diterpa kemarau. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung bukit-bukit tinggi dan tebing andesit.
“Inggih leres, kulo Djuwari, sampeyan saking pundi?” kata seorang kakek yang tengah duduk sambil memegang tongkat di sudut rumah warga Dusun Goliman.
Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun, yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan.
Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan.
Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai.
“Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya.
Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa. Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu jenderal merupakan pengabdian. Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun.
Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar. Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras.
“Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman),” akunya.
Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat. Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa.
“Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarit) karo sarung,” imbuhnya.
Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya.
“Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh,” katanya.
Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan. Ketika ditanya soal periode kepemimpinan Presiden Soekarno hingga SBY, Djuwari dengan tegas mengatakan TIDAK ADA BEDANYA

Rabu, 21 Desember 2011

awl kehidupan berasal....red kuasa ILLAHI

akan sampai mana perjalanan nillson berujung kita cermati seksama........





Perjalanan panjang sperma menuju sel telur:
Sperma yang telah bersusah payah berenang siap membuahi sel telur..
Pembuahan:
Dinding rahim yang baru siap dibuahi:
Sel telur yang dibuahi menuju dinding rahim:
Embrio mulai terbentuk, disini yang terlihat adalah awal pembentukan kepala:
Sudah mulai berbentuk:


Manusia sempurna, yang siap berjuang melawan hidup…

Senin, 19 Desember 2011

Trik Bobol Smartfrend internet unlimited Gratis ! ( 100% work )

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0tyQ_BktilBslYKQwfLL1W1rE2iUgjZEabPU8xLWgg7OKTMz8OwG1q01Ahk3iYHbvj2-qlgDrS4REbHL0Edy_lnqc4XPhaxgfqP2ij9zg7rHOUXoSwKfdUjig57ga6Rd4lX2eZfOsQco/s1600/modem_smart.jpg



Quote:
Assalamuaikum gan ! ne trik sebenernya udah ad sejak jaman gak enak, heheh,... coz semuanya udh berubah, smart n fren bikin produk baru yaitu smartfren, trik itu pun uda tinggal cerita laluuuu..

tapi dgn sedikit perombakan dr ane akhirnya trik itu pun bisa jalan lagi.. kita dial dulu modem sob pake kartu smart dan coba aja ke chome or firefox, lalu ketikkan:
Quote:
Quote:
Code:

dan coba liat halaman pencarian google kebuka... jd ada vuln disitu.

yuk kita gabungin pake proxy....

ne software yg akn kita butuhkan.. dpt di donlot disini

langsung saja!

1. Install program ispce td, trus buka, beri centang pada query mode, dan kita atur listen portx 127 biar gampang nantinya. klik OK.

http://2.bp.blogspot.com/-KzVGPSkC2EU/TjZKL2WinjI/AAAAAAAAAhc/xpfHQS2weFE/s1600/oti3l2d5.jpg

2. Coz domain yg hanya bisa diakses saat pulsa smart sob habis "nol" adalh smartfren.com, smart-telecom.co.id, dan jump.smart-telecom.co.id, jadi masuklah pd Query URL Configuration, pilih front query, trus masukkan salah satu domain tsb pd font query + simbol "@".

http://3.bp.blogspot.com/-rg2MV1VXRwQ/TjZKL45L68I/AAAAAAAAAhk/HWsqWWNWDNk/s1600/pk8w4ryk.jpg

3. Kita beralih pd proxy configuration, unk proxy server silahkan cari sendiri, dgn catatan proxy dgn port 80 dan 3128 yg hanya bisa dgunakan disini, coz pihak smartfren mungkin hanya membuka kedua port tsb. unk proxy cari di google sendiri ea ato ke hidemyass.com banyak koq.. cari yang fast proxy, biar liar larinyaaa,,, hehehehhe
Ato kalo gak pengen repot pake aja ne proxy, tp gak ane jamin, lemoootnya ampuuunnn..!!
http://3.bp.blogspot.com/-BEucmbxyqtI/TjZKLsnsI9I/AAAAAAAAAhM/S5xoabkcxRo/s1600/gsd0dnzh.jpg

4. Udahan dulu, klik REFRESH 3x, lalu minimize, jangan di-exit!!

next...

buka firefox. ke menu Options - Advanced - Network - Setting. Atur http proxy 127.0.0.1, dan gunakan listen portx yg tadi yaitu 127., berikan centang pd use this proxy.........
kemudian kosongkan pd No proxy for.
http://2.bp.blogspot.com/-nE0nL-VEo-Y/TjZKLlIzi-I/AAAAAAAAAhU/Q-ftVZX39tY/s1600/hn9gubwv.jpg

Nikmatin deh Gratisan'a..
klo berhasil boleh dong d kasih


Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2011/08/trik-bobol-smartfrend-internet.html#ixzz1gyaJMwrq